Just another Blogdetik.com weblog, sekedar menyampaikan yang tersirat dipemikiran.

Setelah beberapa tahun tinggal diluar negeri, tetap terbayang keindahan tanah air dengan segala macam pernak pernik bangsa dan negara tercinta. Keindahan panorama alam yang mentakjubkan, keragaman penganan lezat penggoyang lidah, kemerduan musik2 tradisional, namun tidak terluput dalam lintasan kerinduan yang membayang dalam ingatan berbagai problematik yang terjadi di negara kita. Sebagai warga negara yang berada jauh ditanah perantauan, terasa juga keresahan yang dialami oleh sebagian bangsa ditanah air, yahhhh….meskipun saya yakin tidak sedikit pula orang2 yang berada ditanah air sendiri tidak merasakan keresahan tersebut. Keresahan2 ini perlahan-lahan menimbulkan kekhawatiran, apakah mungkin suatu negara yang adil dan makmur akan tercapai, ataukah semakin jauh dari jangkauan. Saya teringat sewaktu saya masih duduk dibangku sekolah dasar, guru kelas saya mengatakan “tanah yang subur, negara makmur, bangsa yang tentram dan damai” sekarang saat melihat situasi negara kita, sesungguhnya jiwa ini turut merintih, apakah kalimat yang dituturkan oleh guru sd saya itu akan tercapai? Tanah negara kita memang tanah yang subur, namun kemakmuran dan ketentraman serta kedamaian nampaknya masih tetap merupakan program.

Ini bukanlah suatu protes, namun berdasarkan apa yang saya dengan dan baca serta lihat melalui massmedia yang ada. Setiap berita yang dihadirkan menimbulkan perasaan-perasaan yang aneh, bagaimana mungkin hal2 seperti itu bisa terjadi dinegara kita.

Harapan saya, dimasa yang akan datang, terutama dalam rangka pemilihan pimpinan serta pengurus negara mendatang, bisa didapatkan tokoh2 yang lebih peduli akan bangsa ini, karena selama ini banyak tokoh2 yang peduli namun suaranya kurang didengar (entah alasanya apa) salah satunya bung Sophan Sophiaan. Semua tau bagaimana tokoh yang satu ini memperjuangkan idealisme dalam kehidupannya. Memang benar tak satupun manusia itu sempurna, namun bila kita melihat akan kehidupan bung Sophan ini maka boleh lah saya katakan, negara kita akan cepat mencapai apa yang dikatakan guru sd saya, apabila pengurus negara ini mempunyai kwalitas sebaik bung Sophan.

Yang dapat kita lakukan sebagai anak negeri hanyalah berdoa meminta pertolongan Tuhan untuk dapat memberikan petunjuk, hikmat serta kebijaksanaan bagi bangsa ini, terutama pengurus2 nya.

M E R D E K A.

August 11th, 2008 at 23:07 | Comments & Trackbacks (4) | Permalink

Kerinduan ini bermula saat saya rindu mengikuti berita2 ditanah air, salah satu teman mengatakan detik.com sebagai salah satu pilihan selain site2 dari beberapa surat kabar ternama lainnya. Hingga satu saat saya menemukan blognya mbak Wanda Hamidah, dan mulai membaca dan memberikan komentar singkat. Rasanya menarik juga bila saya bisa memuat tulisan saya di blog detik.com. Dari situlah awal blog “Kerinduan” ini terwujud. Saat saya menulis ini, waktu ditempat saya tinggal adalah pk. 01.23 dinihari, saya sangat merasa exciting mengetik dipembaringan saya. Barangkali belum banyak yang bisa saya bagi untuk penggemar blogging detik.com saat ini. Tapi saya akan berusaha terus mengirimkan tulisan2 saya dari luar negeri dan berharap memperoleh tanggapan2 positif. Salam rindu dari tanah perantauan.

August 7th, 2008 at 06:25 | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Welcome to Blogdetik.com. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

August 7th, 2008 at 05:57 | Comments & Trackbacks (1) | Permalink